Tuesday, October 7, 2008

Alfalfa si Antikanker

Zat hijau daunnya menghasilkan banyak molekul singlet oksigen yang efektif membasmi kanker.

Kanker, apapun jenisnya, tak disangsikan menjadi hantu bagi kesehatan manusia. Mudahnya kanker menyerang diduga akibat gaya hidup modern yang jauh dari alami. Penanganannya secara medis mesti didukung penyediaan dana tidak sedikit. Apalagi efek sampingnya cukup mengerikan. Mulai dari kerontokan rambut, kulit mengering terbakar, bersisik, bibir pecah-pecah, sampai lidah mati rasa. Kebalikan dari itu, pengobatan herbal malah akan meningkatkan daya tahan tubuh penderita, khususnya sel di sekitar kanker, tanpa memberi efek samping

Dalam pengobatan herbal, lazimnya bagian tanaman obat yang digunakan adalah batang, daun, dan akar. Tapi tahukah Anda, klorofil (zat hijau daun) ternyata juga dapat dimanfaatkan? Fungsinya bukan saja membantu penyerapan nutrisi, membersihkan peredaran darah, menjaga keseimbangan asam-basa tubuh dan kesehatan sistem pencernaan tapi juga juga mengatasi kanker.

Peran Klorofil

Klorofil telah dimanfaatkan pada berbagai bidang, seperti Iindustri makanan minuman, obat, sintesizer sel surya, bioinsektisida, pewarna sabun, minyak, dan lilin. Manfaat lain dari zat hijau daun ini sebagai peningkat daya tahan tubuh, sumber energi, penguat dan penenang otak alami, pencegah konstipasi serta peningkat sirkulasi organ tubuh. Klorofil membantu perbaikan jaringan tubuh, membersihkan darah, membantu hati memproduksi sel darah merah, meningkatkan imunitas, bagus untuk pencernaan, saluran air seni dan sistem respirasi.

Sebagai antikanker, klorofil berperan sebagai photosynthesizer, pembunuh sel kanker ketika senyawa tersebut diekspos dengan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Cara kerjanya memanfaatkan tiga faktor utama, yaitu photosynthesizer, cahaya, dan oksigen. Metode pengobatannya dikenal dengan nama Terapi Fotodinamika Tumor dan Kanker. Metode ini aman bagi pasien karena tidak bersifat racun. Tahap aplikasinya, photosinthesizer diinjeksikan dalam tubuh, kemudian diserap sel. Intinya, klorofil akan menghasilkan banyak molekul singlet oksigen yang efektif membasmi kanker

Sebagai herbal, klorofil juga punya khasiat lain, sebagai antiradang dan antioksidan. Selain itu dapat mengatasi anemia, radang pankreas, hipertensi, stroke, jantung koroner, ginjal, infeksi, antibakteri, antimutagenik, pengganti sel rusak, memperbaiki fungsi hati, menyembuhkan luka, merangsang fibroblas, serta sebagai deodoran.

Alfalfa Terlengkap

Pertanyaannya, klorofil tanaman apa yang bisa digunakan untuk pengobatan? Jawabnya, alfalfa. Beberapa literatur menyebut, tanaman asli jazirah Arab ini mengandung empat kali lebih banyak klorofil ketimbang tanaman lain. Begitu lengkap kandungan nutrisinya sehingga tanaman ini dijuluki Bapak dari segala makanan. Dengan sifat antioksidannya, alfalfa mampu mengeliminasi radikal bebas yang dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada lipid, protein, dan DNA.

Tanaman bernama ilmiah Medicago sativa ini termasuk golongan perdu dengan bunga majemuk berwarna ungu bergerombol. Awalnya dimanfaatkan sebagai makanan ternak seperti sapi dan kuda. Alfalfa mempunyai batang berkayu dan berkulit keras, serta berdaun majemuk. Akarnya menancap kuat hingga kedalaman 4,5 m. Tanaman ini hidup hingga umur 12 tahun dan mencapai tinggi dua meter.

Menurut Drs. Much Syahid, petani dan pengamat alfalfa di Boyolali, Jateng, satu sendok klorofil alfalfa sebanding dengan setengah kilo sayuran. “Sangat lengkap nutrisinya, baik bagi metabolisme tubuh, dan mampu mengatasi segala keluhan kesehatan,” ungkapnya. Selama ini, lanjut Syahid, produksi tanaman ini masih dikuasai oleh Amerika Serikat dan Kanada. Namun demikian beberapa daerah di Indonesia telah mengusahakannya seperti di Boyolali, Pati, Cirebon, dan Ungaran. Untuk mendapatkan khasiat klorofil alfalfa, sekarang telah banyak dijumpai dalam bentuk instan.

Saptono Nugrohadi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana


di ambil dari WWW.AGRINA-ONLINE.COM

No comments: