Dalam dunia pengobatan herba kita dianjurkan mengenal bahasa tumbuhan dengan cara melihat, mengamati, meraba, merasakan, dan mencium, agar mendapat manfaatnya.
Hal tersebut diungkapkan Samsul Hidayat, ahli ekologi tanaman obat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurutnya, tumbuhan diciptakan Yang Maha Kuasa dengan tanda-tanda tertentu. Untuk mengetahui khasiat suatu tanaman bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya dengan pendekatan warna.
Ambil contoh warna hijau pada tanaman yang berkesan menyegarkan. Warna hijau tumbuhan, terutama pada bagian daun, didominasi zat hijau daun (klorofil). Bagi tumbuhan, klorofil berfungsi untuk menghasilkan energi. “Kalau tumbuhan menghasilkan energi melalui klorofil, maka ia juga bisa berfungsi sama di dalam tubuh kita,” ungkap Samsul
Alfalfa Terlengkap
Bersama seng, selenium, Vitamin E, C, dan A, asam folat, biotin, kalsium, asam amino triptopan, serta zat besi, Edwina Rahmayanti, herbalis di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengungkapkan, klorofil menawarkan banyak khasiat. Antara lain, membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, menyeimbangkan kadar asam-basa tubuh, membantu meningkatkan jumlah sel darah merah, membuat kulit tetap sehat dan awet muda, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Jauh sebelumnya, Dr. Richard Willstatter dan Dr. Hans Fisher menelaah struktur molekul klorofil mirip dengan sel darah merah manusia. Penelitian tersebut berbuah Hadiah Nobel pada 1915 dan 1930 bidang pengobatan dan kimia. Haemaglobin alias sel darah merah salah satu perannya membawa oksigen sehingga pasokan energi dalam tubuh terjaga. “Intinya, membersihkan, menyeimbangkan, memberi nutrisi, dan revitalisasi sel dalam tubuh,” terang Edwina.
Pertanyannya, zat hijau daun dari tumbuhan apa yang dapat dikonsumsi? Edwina yang sekaligus penulis buku Taklukkan Penyakit dengan Klorofil Alfalfa, menyebut Alfalfa sebagai jawabnya. Alfalfa atau dalam bahasa ilmiah disebut Medicago sativa, merupakan tanaman yang berasal dai jazirah Arab. Awalnya, keluarga kacang–kacangan ini dimanfaatkan untuk pakan ternak, misalnya kuda dan sapi.
Beberapa literatur menyebut, alfalfa mengandung 14 dari 16 mineral utama, delapan jenis enzim pencernaan esensial, dan delapan jenis asam amino esensial. Begitu lengkapnya kandungan nutrisi alfalfa ini sehingga masyarakat Arab menjulukinya sebagai bapak dari segala makanan. Di Indonesia alfalfa mulai dibudidayakan, khususnya di Boyolali dan Semarang, Jateng.
Menurut Edwina, untuk mendapatkan khasiat klorofil alfalfa sangat sederhana. Hanya dengan mengambil beberapa helai daun dan meremasnya sampai keluar cairan hijau. Larutkan satu sendok makan klorofil hasil perasan dengan segelas air putih sebelum diminum. “Rasanya memang tawar, lebih enak kalau ditambah dengan madu,” lanjutnya.
Edwina menyebut, dosis aman mengonsumsi larutan alfalfa maksimal enam gelas sehari. Untuk menjaga kesehatan, dianjurkan hanya minum dua gelas saja per hari. Meski demikian, Samsul Hidayat memberi contoh beberapa jenis tanaman yang dimanfaatkan klorofilnya, seperti cincau dan daun suji. “Kita juga punya sumber klorofil, cincau itu komplit dan mudah dijumpai,“ kata pria asli Bogor ini.
Klorofil cincau (Cylea barbata) cenderung sama dengan zat hijau daun alfalfa. Namun, “Biasanya kita lebih menghargai produk luar daripada kekayaan kita sendiri,” ucap Samsul. Jadi, Anda mau mencoba yang mana?

